Iseng iseng kemarin saya membaca buku tentang fakta kerusuhan Mei 1998 di perpustakaan. Saya tercengang akan suatu fakta, tahukah anda apakah itu? Ternyata pada saat kerusuhan Mei 1998 tepatnya dari tanggal 13 - 15 Mei 1998, terdapat 47 kasus perkosaan. Bayangkanlah dalam 3 hari, 47 wanita diperkosa di lokasi yang berdekatan, di Jakarta. Dan efek dari perkosaan itu mungkin takkan bisa anda bayangkan. Mulai dari memar dan rusaknya bagian alat vital. Juga depresi dan pasca traumatik berkepanjangan hingga beberapa wanita korban dari perkosaan tersebut memilih untuk bunuh diri. Selain kasus perkosaan itu banyak sekali kasus pelecehan seksual yang terjadi selama kerusuhan Mei 1998. Dan saya yakin banyak kasus lainnya yang tidak terungkap. Namun sayangnya kasus ini hilang dan lenyap bak ditelan bumi. Dan hingga kini pun pelakunya masih belum diidentifikasi.

Berkaca pada peristiwa tersebut, negeri ini memang perlu banyak berbenah. Dan pembenahan tersebut seharusnya adalah pembenahan mental, moral, baru kemudian pembenahan hukum dan sisitem yang memihak kepada perempuan. Sehingga perempuan tidak lagi menjadi sebuah barang komoditas atas nama tubuh. Padahal bangsa ini terkenal dengan keyakinan yang tinggi terhadap Tuhan dan fanatisme agama, tetapi hal itu timpang ketika banyaknya masalah yang melanda kaum perempuan dan pandangan bahwa perempuanlah yang menjadi kesalahan atas sesuatu yang menimpanya.
Selain itu yang menjadi miris bagi saya kini adalah pada realitasnya banyak perempuan yang malah dengan sengaja dan ikhlas menerjunkan diri ke sarang penyamun. Banyak perempuan yang tidak mau memperjuangkan hak-haknya sendiri. Mereka jadi seperti kerbau yang di cucuk hidungnya oleh beberapa oknum yang mengambil keuntungan atas dirinya. Lalu untuk para Kartini yang membaca tulisan ini, bagaimana dengan anda?
No comments:
Post a Comment